Blog berisi konten - konten mengenai hal yang mencangkup pertanian di era moderen

Selasa, 06 November 2018

Hitam dan Wanginya Teh Kayu Aro di Mata Dunia


Nikmat dan Wangi, Ini 6 Jenis Teh Asal Indonesia yang Mendunia

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia memiliki perkebunan teh yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Teh juga bukan merupakan produk yang asing bagi masyarakat, di samping memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, rasa teh juga sangat enak. Ternyata, teh yang berasal dari Indonesia adalah hasil pertanian terbaik dunia. Salah satu negara pesaing penghasil teh di tingkat internasional adalah Sri Lanka.

Ada banyak jenis teh, ribuan perkebunan dan bahkan lebih merek, dan sementara itu mungkin teh Kayu Aro ini adalah yang terbaik, tidak ada keraguan bahwa teh Kayu Aro adalah peringkat tertinggdi antara tingkat kualitas dan rasa di dunia. Tumbuh di dataran tinggi Provinsi Kerinci, Teh Kayu Aro dikemas dan dijual di seluruh dunia, pernah menjadi favorit di antara bangsawan di Belanda dan Ingris. Perkebunan ini terletak di Pegunungan Kerinci, Sungai Penuh, Jambi, Sumatera.Proses pembuatan teh di Kayu Aro masih sangat tradisional. Tanpa pengawet atau pewarna ditambahkan, serta pekerja dilarang menggunakan kosmetik saat memproses teh.

Teh kayu aro ini merupakan salah satu teh hitam yang diproduksi di Perkebunan Kayu Aro, Jambi. Dahulu teh ini merupakan teh favorit bangsa Eropa. Penggemar teh ini salah satunya adalah Ratu Beatrix dari Belanda dan Ratu Elizabeth dari Inggris. 








sumber : www.kompasiana.com




PERTANIAN MODERN DI INDONESIA SAAT INI DAN MASA DEPAN




Pertanian Modern Di Indonesia Saat Ini Dan Di Masa Depan

Pertanian Modern Di Indonesia Saat Ini Dan Di Masa Depan, sistem pertanian modern saat ini dapat dibagi menjadi tiga hal, yaitu:

  1. Penelitian benih unggul
  • Penggunaan teknologi yang canggih
  • Penggunaan bahan kimia
Saat ini petani kita kebanyakan bertumpu pada pasokan eksternal berupa bahan-bahan kimia buatan seperti pupuk dan pestisida, yang membawa manusia kepada pemikiran untuk tetap mempertahankan penggunaan masukan dari luar sistem hayati.
Masalahnya, penggunaan bahan kimia dalam pertanian modern membahayakan kehidupan manusia dan lingkungannya, yang menimbulkan kekhawatiran berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Sayangnya pertanian tradisional bertumpu pada pasokan internal tanpa pasokan eksternal menimbulkan kekhawatiran, berupa rendahnya tingkat produksi pertanian yang jauh di bawah kebutuhan manusia.
Kedua sistem pertanian ini membuat banyak petani merasa dilematis dan membawa pada pemikiran untuk tetap mempertahankan penggunaan masukan dari luar sistem pertanian, namun juga mencari sistem yang tidak membahayakan kehidupan manusia dan lingkungannya. Pada pertanian modern ditakutkan akan memberikan dampak pencemaran, sehingga membahayakan kelestarian lingkungan sehingga hal ini dipandang sebagai suatu krisis pertanian modern.

Pertanian Modern Di Indonesia Saat Ini Dan Di Masa Depan2



Tujuan Pertanian Modern
  • Merupakan jalan menuju keberhasilan modernitas di Indonesia.
    Jika hasil dari panen semakin banyak maka dianggap maju. Di Indonesia sendiri penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan bagian dari Revolusi Hijau yang menjadi sebuah proyek ambisius Orde Baru, untuk memacu hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi modern.
  • Optimalisasi hasil pertanian
    Konsep pertanian modern tidak hanya membahas usaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia dan pemuliaan spesies pertanian, akan tetapi sudah lebih ke arah bagaimana cara optimalisasi usaha tani untuk menghasilkan bahan pangan yang bermutu. Yang sangat diperhatikan dari hasil panen adalah baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
  • Penggabungan konsep yang sudah ada
    Peningkatan teknologi pertanian agar pertanian berjalan lebih efektif dan efisien sedang diusahakan. Dan saat ini perkembangan konsep pertanian yang digunakan adalah, dengan menggabungkan dari dua konsep awal yang terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Pertanian Modern Di Indonesia Saat Ini Dan Di Masa Depan

Pertanian Modern Di Indonesia Saat Ini Dan Di Masa Depan1

Dampak Positif Pertanian Modern di Indonesia
  • Tingginya nilai ekspor hasil pertanian di Indonesia menandakan bahwa saat ini kualitas produk pertanian Indonesia sudah sesuai dengan standar kualitas internasional. Hal ini dikarenakan Indonesia sudah menggunakan konsep pertanian modern untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian yang baik.
  • Pembuatan sistem terpadu. Optimalisasi konsep usaha tani dijabarkan oleh sebuah sistem terpadu yang mampu melingkupi semua sektor termasuk sektor industri, dan mengaitkannya menjadi sebuah rantai perekonomian Indonesia. Sistem agribisnis menerapkan konsep pertanian modern yang merupakan sistem yang terdapat keterkaitan erat antar subsistem, mulai dari hulu hingga jasa penunjang dan juga penopang satu sama lain.
  • Dengan penggunaan sistem agribisnis, maka hadirlah konsep yang lebih konkrit dan komprehensif untuk pengembangan sektor pertanian ke arah yang lebih baik. Adanya sistem ini pengembangan komoditas-komoditas pertanian Indonesia pun menjadi lebih fokus, karena setiap komoditas memiliki subsistem agribisnis yang berbeda-beda. Hal ini juga dapat menggerakkan pemerintah untuk lebih giat mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap pertanian rakyat dan dunia perbankan, ini agar lebih “ramah” terhadap petani dalam hal kredit. Kedua kondisi ini masuk sebagai salah satu subsistem agribisnis yaitu subsistem jasa penunjang yang bergerak bersama-sama subsistem yang lainnya.

Pertanian Modern Di Indonesia Saat Ini Dan Di Masa Depan

Pertanian Modern Di Indonesia Saat Ini Dan Di Masa Depan3
Contoh penerapan pertanian modern yang perlu dikembangkan di Indonesia adalah seperti berikut:
1. Pertanian organik Terintegrasi
Pertanian yang menggunakan sistem budidaya pertanian yang hanya mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis yang berbahaya. Untuk menanggulangi krisis pertanian modern, maka perlu penerapan pertanian organik yang terintegrasi.
Pertanian ini akan terintegrasi dengan peternakan. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik yang dihasilkan dari limbah peternakan. Daun-daun dari pertanian paska panen digunakan untuk pakan ternak. Tentu saja semua itu diolah menggunakan teknologi pertanian yang modern namun mudah.
Budidaya organik dapat digunakan untuk meniadakan atau membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budidaya kimiawi. Dengan memanfaatkan pupuk organik keunggulan nyata dapat dirasakan dibanding dengan pupuk kimia.
Pupuk organik adalah keluaran setiap budidaya pertanian, sehingga sumber unsur hara makro dan mikro yang dapat dikatakan cuma-cuma yang berdaya amliorasi ganda, dengan bermacam-macam proses yang saling mendukung. Hal ini akan bekerja menyuburkan tanah dan sekaligus menkonservasikan dan menyehatkan ekosistem tanah, serta menghindarkan kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan.
2. Pertanian hidroponik
Pertanian hidroponik adalah pertanian yang menggunakan cara budidaya dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Biasanya air yang digunakan sudah dicampur dengan nutrisi untuk tanaman, cara ini sangat mudah dan tidak perlu memakan lahan yang luas.
3. Pertanian holtikultura
Pertanian dengan membudidayakan tanaman kebun dengan jenis tanaman yang dibudidayakan. Dalam bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, penumbuhan bibit, kultur jaringan, memproduksi tanaman, penanganan hama dan penyakit, panen hasil, pengepakan produk panen, dan pendistribusian.

Sumber: erakini[dot]com



DAFTAR PUSTAKA :

PERTANIAN ORGANIK



Menurut Buku Penerapan Pertanian Organik yang ditulis oleh Rachman Sutanto tahun 2002, pertanian organik merupakan “hukum pengembalian” yang artinya suatu sistem untuk mengembalikan semua bahan organik ke dalam tanah, baik dalam residu atau limbah pertanaman maupun ternak yang selanjutnya bertujuan untuk memberikan makanan pada tanaman. Filosofi yang pertanian organik adalah mengembangkan prinsip-prinsip memberi makanan pada tanah, selanjutnya tanah memberi makanan pada tanaman, dan bukan memberi makanan langsung pada tanaman. Jika kesehatan tanah terjaga, maka tanaman akan tumbuh subur.


Luas areal pertanian organik Indonesia tahun 2011 dikelola oleh ribuan produsen, termasuk didalamnya petani kecil, yang umumnya tergabung dalam kelompok tani dan disertifikasi dengan sistem ICS (Internal Control System). Dari beberapa tipe lahan organik dalam SPOI 2011, total jumlah produsen adalah 12.512 (termasuk petani kecil dan perusahaan). Nilai ini menurun 10 persen dari tahun 2010 (13.794). Selain produsen, pelaku organik lainnya adalah prosesor dan eksportir sebanyak 71. Pelaku-pelaku organik lainnya di Indonesia yang tidak kalah pentingnya adalah lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi baik nasional maupun internasional dan pedagang yang sangat berperan dalam perkembangan pertanian organik di Indonesia.  

Strategi penerapan pertanian organik dengan cara hara dari kompos, sisa tanaman, dan pupuk kandang dijadikan biomassa tanah, kemudian setelah mengalami proses mineralisasi akan menjadi hara dalam larutan tanah. Unsur hara akan didaur ulang menjadi satu atau lebih tahapan bentuk senyawa organik  sebelum diserap tanaman. Tanaman hanya akan menyerap dalam bentuk ion.


Prinsip-prinsip pertanian organik menurut standar International Federation of Organic Agriculture Movement (IFOAM) ada 4, yaitu: Prinsip Kesehatan, Prinsip Ekologi, Prinsip Keadilan, dan Prinsip Perlindungan. Prinsip Kesehatan menerapkan pertanian organik dengan cara melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia, dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan. Prinsip Ekologi menerapkan pertanian organik pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Prinsip Keadilan menerapkan pertanian organik dengan membangun hubungan untuk menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama. Prinsip Perlindungan menerapkan pertanian organik dengan pengelolaan secara hati-hati dan bertanggungjawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.Jenis tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan dengan sistem pertanian organik antara lain: tanaman pangan, tanaman perkebunan, dan tanaman hortikultura.

download

DAFTAR PUSTAKA
Mayrowani, Henny. 2012. Pengembangan Pertanian Organik Di Indonesia. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebjakan Pertanian. (file:///V:/69780-ID-pengembangan-pertanian-organik-di-indone.pdf - 7 November 2018, 9.18 WIB)
http://aoi.ngo/web/apa-itu-pertanian-organik/ (7 November 2018, 09.21 WIB)
Susanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta. Penerbit Kanisius..  

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

google terjemah

Pages

Budidaya Bawang Daun - Carlina Falmawati Monita - 52201709

Bawang daun merupakan tanaman sayuran daun semusim yang berbentuk rumput. Disebut bawang daun karena yang dikonsumsi hanya daunnya atau ba...