Blog berisi konten - konten mengenai hal yang mencangkup pertanian di era moderen

Senin, 03 Desember 2018

Budidaya Bawang Daun - Carlina Falmawati Monita - 52201709


Bawang daun merupakan tanaman sayuran daun semusim yang berbentuk rumput. Disebut bawang daun karena yang dikonsumsi hanya daunnya atau bagian daun yang masih muda. Pangkal daunnya membentuk batang semu dan bersifat merumpun. Batangnya pendek dan membentuk cakram, di cakram ini muncul tunas daun dan akar serabut. Warna bunganya putih. Biji yang masih muda berwarna putih, setelah tua berwarna hitam. Bila kering, biji mudah menjadi tepung. Bawang daun mengandung vitamin C, banyak vitamin A dan sedikit vitamin B. Bawang daun bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi, namun paling umum dibudidayakan di dataran tinggi. Dataran rendah yang terlalu di dekat pantai bukanlah lokasi yang tepat karena pertumbuhan bawang daun menginginkan ketinggian sekitar 900 - 1.700 mdpl. Di daerah dataran rendah produksi anakan bawang daun juga tak seberapa banyak. Curah hujan yang tepat sekitar 1.500 - 2.000 mm/tahun dan kelembaban udara berkisar 80% – 90%  Daerah tersebut sebaiknya juga memiliki suhu udara harian 190C - 240C. Persyaratan tumbuh lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang daun adalah tanah harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organic, tata udara dalam tanah (draenase dan aerasi) baik dan derajat keasaman tanah (pH) antara 6,5 – 7,5. Pada tanah pegunungan berapi (Andosol), Latosol, Regosol, tanaman tumbuh lebih baik, tetapi pada tanah lempung yang mengandung pasir, Mediteran, serta Aluvial dapat juga tumbuh baik. Benih/bibit bawang daun bisa diperbanyak lewat biji maupun tunas anakan. Umumnya petani Indonesia menggunakan setek tunas. Caranya dengan memisahkan anakan dari induknya. Pilihlah induk yang sehat dan bagus pertumbuhannya. Kebutuhan setek untuk 1 ha areal penanaman bawang daun ialah 200.000 setek. Benih asal biji kebutuhannya sebanyak 1,5 - 2 kg/ha. Perbanyakan tanaman bawang daun dengan biji dilakukan melalui persemaian terlebih dahulu selama 2 bulan.
Bawang daun diduga berasal dari benua Asia yang memiliki iklim panas (tropis), terutama kawasan Asia Tenggara (Cina dan Jepang). Di Indonesia budidaya bawang daun mulanya hanya terpusat di pulau Jawa (Jawa Barat dan Jawa Timur), terutama di dataran tinggi (pegunungan) yang berhawa sejuk (dingin), seperti Cipanas, Pacet (Cianjur), Lembang (Bandung) dan Malang (Jawa Timur). Pada mulanya, bawang daun tumbuh secara liar. Kemudian, secara berangsur-angsur sesuai dengan perkembangan peradaban manusia dibudidayakan sebagai bahan sayur (daun dan batang) dan bahan obat (akar, batang dan daun).
Syarat tumbuh tanaman bawang daun harus memperhatikan keadaan iklim dan tanahnya, yaitu:
1.      Keadaan Iklim
Keadaan iklim yang harus diperhatikan adalah suhu udara, kelembaban udara, curah hujan dan penyinaran cahaya matahari.
a.       Suhu udara
Bawang daun menghendaki suhu udara berkisar antara 190C - 240C. Suhu udara yang melebihi batas maksimal menyebabkan proses fotosintesis tidak dapat berjalan sempurna atau bahkan terhenti. Suhu udara yang rendah dapat menimbulkan kematian. 
b.       Kelembaban udara
Kelembaban udara yang optimal bagi pertumbuhan bawang daun berkisar antara 80% - 90%. 
c.       Curah hujan
Curah hujan yang cocok bagi bawang daun adalah sekitar 1.500-2.000 mm/tahun.
2.       Keadaan tanah
Keadaan tanah yang harus diperhatikan adalah : 
a.       Sifat fisik tanah
Sifat fisik tanah yang paling baik untuk tanaman bawang daun adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organic, tata air dan udara dalam tanah (drainase dan aerasi) baik. Di daerah produsen bawang daun, jenis tanah yang relatif baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah Andosol, Latosol, Regosol dan sebagaian kecil pada tanah Mediteran dan Aluvial.
b.      Sifat kimia tanah
Kondisi kimia tanah yang cocok untuk bawang daun adalah tanah dengan pH 6,5 - 7,5. 
c.       Sifat biologis tanah
Sifat biologis tanah yang baik adalah tanah yang banyak, mengandung bahan organic (humus), unsur-unsur hara yang berguna untuk tanaman dan jasad renik (organisme tanah) yang menguraikan bahan organic tanah.
d.      Ketinggian tempat
Daerah dataran tinggi (pegunungan) dengan ketinggian 900 - 1.700 mdpl sangat cocok (ideal) untuk penanaman bawang daun.
Teknik Budidaya Tanaman Bawang Daun meliputi :
1.      Pengolahan tanah.
2.      Pembibitan.
3.      Penanaman.
4.      Pemeliharaan tanaman : penyiraman, penyiangan pemupukan susulan, pengendalian hama dan penyakit bawang daun.
5.      Panen.



Jurnal 
Lampiran 

DAFTAR PUSTAKA 

Cahyono, B. 2005. Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani Bawang Daun. Kanisius. Yogyakarta.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

google terjemah

Pages

Budidaya Bawang Daun - Carlina Falmawati Monita - 52201709

Bawang daun merupakan tanaman sayuran daun semusim yang berbentuk rumput. Disebut bawang daun karena yang dikonsumsi hanya daunnya atau ba...