Budidaya Tanaman Cabai Merah Yang Benar Dan Baik - Anselina Sima - 522017063
Tanaman cabai dapat tumbuh di wilayah Indonesia dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Peluang pasar besar dan luas dengan rata-rata konsumsi cabai 5 kg/ kapita/ dan 90 persen cabai dikonsumsi dalam bentuk segar. Untuk itu diperlukan budidaya cabai sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP) yang mengedepankan keamanan pangan dengan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia untuk beralih ke pupuk kandang/ kompos dan pertisida nabati (organik) serta dapat menurunkan biaya produksi. Tantangannya adalah bagaimana caranya agar produksi cabai terus meningkat agar petani cabai bisa untung ke depannya.
Untuk budidaya tanaman cabai sendiri ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Berikut ini tahapan budidaya cabai merah :
1. Pembibitan
Untuk tahap pembibitan sendiri diawali dengan persemaian dengan membuat bedengan dan menyemai benih atau didalam rak yang diberi naungan plastik transparan. Kemudian buat campuran media semai 2 ember tanah + 1 ember pupuk kandnag dan 150 gr SP36 atau 80 gr pupuk NPK dihaluskan, lalu tmabah karbofuran 75 gr dan diayak. Selanjutnya benih ditanam dalam polybag atau plastik semai ukuran 4 x 5 cm dan buat lubang semai 0,5 cm dan ditutup tanah. Setelah persemaian bibit dapat dipindah ke lapangan setelahn 17 – 21 hari dari masa persemaian.
2. Penyiapan Lahan
Lahan untuk menanam cabai jenis OR42 hendaknya dipilih tempat yang terbuka dan tidak terlalu miring, sehingga erosi pada bedengan dapat dikurangi. Penyiapan lahan dilakukan bersamaan dengan saat penyemaian dengan maksud supaya saat penyiapan lahan selesai, bibit sudah dapat dipindahkan dari persemaian ke areal penanaman. Penyiapan lahan penanaman meliputi: pengolahan tanah, pembuatan saluran air, pembuatan bedengan, pemberian pupuk dasar.
3. Proses Penanaman
Proses penanaman terdiri dari pengaturan jarak tanam. Pengatur jarak tanam Pengaturan jarak tanam pada tanaman cabai keriting merah ini perlu diperhatikan, karena hal ini nantinya dapat mempengaruhi produksi tanaman. Adapun jarak tanam yang digunakan adalah berukuran 60 x 70 cm, yaitu 60 cm untuk jarak antar barisan dan 70 cm untuk jarak antar lubang.
4. Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan cabai merah keriting antara lain, yaitu: penyulaman, pengairan, pemasangan ajir, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit tanaman. Tujuan penyulaman adalah untuk menggantikan tanaman yang mati atau tanaman yang pertumbuhannya kurang baik. Kegiatan penyiangan ini dilakukan untuk menekan atau menghilangkan kompetisi antara tanaman dengan gulma. Pada prinsipnya usaha perlindungan ini adalah untuk melindungi dan mencegah (preventif) kerusakan yang ditimbulkan oleh adanya jasad pengganggu tersebut, bukan untuk mengobati (kuratif).
5. Panen dan Pasca Panen
Tanaman cabai dapat dipanen pada umur 4-6 bulan setelah penanaman. Panen dapat dilakukan sebanyak dua kali pemanenan dalam seminggu, sehingga dalam satu kali musim tanam buah cabai dapat dipanen sebanyak 24 kali panen. Setelah buah selesai dipanen kemudian segera dikeluarkan dari karung atau tempat panen dan diletakkan pada tempat yang teduh. Selanjutnya seleksi buah dilakukan dengan memisahkan antara buah yang cacat, rusak atau busuk dengan buah yang baik. Pemilahan ini dapat didasarkan atas bentuk, dan warna dari buah cabai.
DAFTAR PUSTAK
Rukmana. 2006. Bertanam Cabai Dalam Pot. Kansius. Yogyakarta.

0 komentar:
Posting Komentar