Budidaya Bawang Daun - Carlina Falmawati Monita - 52201709
Bawang
daun merupakan tanaman sayuran daun semusim yang berbentuk rumput. Disebut
bawang daun karena yang dikonsumsi hanya daunnya atau bagian daun yang masih muda.
Pangkal daunnya membentuk batang semu dan bersifat merumpun. Batangnya pendek
dan membentuk cakram, di cakram ini muncul tunas daun dan akar serabut. Warna
bunganya putih. Biji yang masih muda berwarna putih, setelah tua berwarna
hitam. Bila kering, biji mudah menjadi tepung. Bawang daun mengandung vitamin
C, banyak vitamin A dan sedikit vitamin B. Bawang daun bisa tumbuh di dataran
rendah maupun tinggi, namun paling umum dibudidayakan di dataran tinggi.
Dataran rendah yang terlalu di dekat pantai bukanlah lokasi yang tepat karena
pertumbuhan bawang daun menginginkan ketinggian sekitar 900 - 1.700 mdpl. Di
daerah dataran rendah produksi anakan bawang daun juga tak seberapa banyak.
Curah hujan yang tepat sekitar 1.500 - 2.000 mm/tahun dan kelembaban udara
berkisar 80% – 90% Daerah tersebut
sebaiknya juga memiliki suhu udara harian 190C - 240C. Persyaratan tumbuh
lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang daun adalah tanah harus
subur, gembur, banyak mengandung bahan organic, tata udara dalam tanah
(draenase dan aerasi) baik dan derajat keasaman tanah (pH) antara 6,5 – 7,5.
Pada tanah pegunungan berapi (Andosol), Latosol, Regosol, tanaman tumbuh lebih
baik, tetapi pada tanah lempung yang mengandung pasir, Mediteran, serta Aluvial
dapat juga tumbuh baik. Benih/bibit bawang daun bisa diperbanyak lewat biji
maupun tunas anakan. Umumnya petani Indonesia menggunakan setek tunas. Caranya
dengan memisahkan anakan dari induknya. Pilihlah induk yang sehat dan bagus pertumbuhannya.
Kebutuhan setek untuk 1 ha areal penanaman bawang daun ialah 200.000 setek.
Benih asal biji kebutuhannya sebanyak 1,5 - 2 kg/ha. Perbanyakan tanaman bawang
daun dengan biji dilakukan melalui persemaian terlebih dahulu selama 2 bulan.
Bawang
daun diduga berasal dari benua Asia yang memiliki iklim panas (tropis),
terutama kawasan Asia Tenggara (Cina dan Jepang). Di Indonesia budidaya bawang
daun mulanya hanya terpusat di pulau Jawa (Jawa Barat dan Jawa Timur), terutama
di dataran tinggi (pegunungan) yang berhawa sejuk (dingin), seperti Cipanas,
Pacet (Cianjur), Lembang (Bandung) dan Malang (Jawa Timur). Pada mulanya, bawang
daun tumbuh secara liar. Kemudian, secara berangsur-angsur sesuai dengan
perkembangan peradaban manusia dibudidayakan sebagai bahan sayur (daun dan
batang) dan bahan obat (akar, batang dan daun).
Syarat tumbuh tanaman
bawang daun harus memperhatikan keadaan iklim dan tanahnya, yaitu:
1.
Keadaan Iklim
Keadaan
iklim yang harus diperhatikan adalah suhu udara, kelembaban udara, curah hujan dan
penyinaran cahaya matahari.
a. Suhu
udara
Bawang daun menghendaki suhu udara
berkisar antara 190C - 240C. Suhu udara yang melebihi batas maksimal
menyebabkan proses fotosintesis tidak dapat berjalan sempurna atau bahkan
terhenti. Suhu udara yang rendah dapat menimbulkan kematian.
b. Kelembaban udara
Kelembaban udara yang optimal bagi
pertumbuhan bawang daun berkisar antara 80% - 90%.
c. Curah
hujan
Curah hujan yang cocok bagi bawang daun
adalah sekitar 1.500-2.000 mm/tahun.
2.
Keadaan tanah
Keadaan
tanah yang harus diperhatikan adalah :
a. Sifat
fisik tanah
Sifat fisik tanah yang paling baik untuk
tanaman bawang daun adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan
organic, tata air dan udara dalam tanah (drainase dan aerasi) baik. Di daerah
produsen bawang daun, jenis tanah yang relatif baik untuk pertumbuhan tanaman
ini adalah Andosol, Latosol, Regosol dan sebagaian kecil pada tanah Mediteran
dan Aluvial.
b. Sifat
kimia tanah
Kondisi kimia tanah yang cocok untuk
bawang daun adalah tanah dengan pH 6,5 - 7,5.
c. Sifat
biologis tanah
Sifat biologis tanah yang baik adalah
tanah yang banyak, mengandung bahan organic (humus), unsur-unsur hara yang
berguna untuk tanaman dan jasad renik (organisme tanah) yang menguraikan bahan
organic tanah.
d. Ketinggian
tempat
Daerah dataran tinggi (pegunungan) dengan ketinggian
900 - 1.700 mdpl sangat cocok (ideal) untuk penanaman bawang daun.
Teknik Budidaya Tanaman
Bawang Daun meliputi :
1.
Pengolahan tanah.
2.
Pembibitan.
3.
Penanaman.
4.
Pemeliharaan tanaman : penyiraman,
penyiangan pemupukan susulan, pengendalian hama dan penyakit bawang daun.
5.
Panen.
Jurnal
Lampiran
DAFTAR PUSTAKA
Cahyono, B. 2005. Teknik Budidaya dan
Analisis Usaha Tani Bawang Daun. Kanisius. Yogyakarta.

