Cokelat Indonesia Mendunia
Indonesia merupakan salah
satu produsen kakao terbesar di dunia hingga saat ini. Tahun 2009 produksi biji
kakao mencapai 849.875 ton per tahun. Produsen terbesar kakao di dunia
ditempati Pantai Gading sebesar 1,3 juta ton sementara Ghana sebanyak 750.000 ton.
Sebagian besar produksi kakao dari Indonesia diekspor. Kondisi ini terjadi
karena industri pengolahan kakao kurang berkembang di Indonesia. Petani kakao
yang sebagian besar merupakan petani rakyat juga lebih memilih menjual kepada
eksportir karena pembayarannya lebih cepat. Biji kakao yang diekspor sebagian besar merupakan kakao yang
diolah tanpa difermentasikan. Harga biji kakao tanpa fermentasi di pasar
internasional jauh lebih rendah dari harga biji kakao yang difermentasikan.
Selisih harga diantara keduanya sekitar Rp.2000 – 2.900 per kg.
Sosok wanita yang bernama Sabrina Mustopo yang
merupakan inisiator produk olahan kakao dengan cita rasa Internasional produk
cokelatnya bernama Krakakoa. Krakakoa berdiri pada tahun 2013 yang awal mula
namanya yaitu Kakoa kemudian pada tahun 2016 nama Kakoa diganti menjadi
Krakakoa, nama Krakakoa sendiri diambil dari gunung Krakatau. Sabrina Mustopo
juga membantu permasalahan para petani coklat diantaranya meningkatkan kualitas
tanam dan dengan demikian, berimbas pada meningkatnya kualitas biji cokelat
yang dihasilkan. Sabrina yakin bahwa Indonesia bsa memproduksi cokelat denga
kualitas yang diperhitungkan
Saat ini cokelat Krakakoa telah mendapatkan lima
penghargaan dari ajang 2017 Academy of Chocolate Awards yang dilaksanakan di
London pada bulan September tahun lalu. Krakakoa mendapatkan lima penghargaan
tersebut tidak muda, krakakoa terus berupaya meningkatkan kualitas cokelat yang
mereka hasilkan. Kualitas yang terus dijaga oleh Krakakoa, beragam olahan
cokelat dengan berbagai rasa dan bentuk terus mencuri hati para pecinta cokelat
baik dalam maupun luar negeri. Sehingga cokelat Krakakoa dapat bertahan
diposisinya menjadi cokelat dengan kualitas sangat baik dilihat dari
penghargaan yang telah diraihnya.
DISINI
DISINI


0 komentar:
Posting Komentar